Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris

Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris - Setelah kemarin telah memposting tentang Memahami Kalimat First Conditional dalam Bahasa Inggris, maka kali ini kita akan sama-sama mempelajari pembahasan yang sama yakni tentang conditional pada bentuk yang kedua yaitu Kalimat Second Conditional. Jadi saya sangat menyarankan teman-teman untuk membaca postingan sebelumnya lalu membaca postingan ini. Baik kalau begitu mari kita masuk pada inti pembahasan.
Second Conditional

Pengertian

Jadi kaliamat second conditional ini menjelaskan suatu khayalan, hal yang tidak mungkin, atau sesuatu yang tidak sama seperti masa sekarang atau masa mendatang

Contoh:
If I had a lot of money, I would buy an expensive car.
Pada kenyataannya Saya tidak memiliki banyak uang. Jadi, fungsi dari kalimat second conditional digunakan untuk berandai-andai/berkhayal yang situasinya tidak nyata, dalam artian hanya sekedar pengandaian.

Nah, sama seperti pada first conditional yang telah kita bahas, pada kalimat second conditional juga dibagi dalan dua bagian, yaitu bagian Condtion (I had a lot of money) dan Result (I would buy an expensive car.) 
 
Kita juga dapat mengubah susunannya yakni:
If + Condition + Result menjadi Result + If + Condition
Contoh:
He would call her if he knew her telephone number 
Pada saat diubah, kita tidak menambahkan tanda koma (,) diantaranya. Nah, jadi untuk penjelasan contoh diatas, pada kenyataanya, Dia tidak memiliki nomor telephonenya, makanya mustahil baginya untuk menelepon

Jenis Tenses

Nah ini yang paling penting, tentunya kita harus mengetahui jenis tenses apa yang digunakan dalam kalimat second conditional. Coba kalian perhatikan semua contoh-contoh yang telah kita bahas:

If I had a lot of money, I would buy an expensive car.
If he knew her telephone number, He would call her 

Jadi seperti yang telah kita tandai dengan huruf tebal, maka second conditional menggunakan simple past tense (Baca juga: Perbedaan Simple Present Tense, Simple Past Tense, Simple Continuous Tense, dan Simple Future Tense ). Ingat, adapun past tense pada second conditional mengacu pada jarak antara kenyataan dan angan-angan bukan pada bentuk lampau.

"To be" Pada Second Conditional

Ok, jadi kalian perlu tahu bahwa penggunaan verb "to be" pada second conditional agak sedikit berbeda atau terdapat pengecualian bentuk to be, maknya dibuatkan pembahasan spesial karena menggunakan simple past, subjunctive mood. Di subjunctive mood, pada subject I, You, They, We, She, He, semua menggunakan to be "Were" yang mana yang kita tahu bahwa I, He, She, It pasangannya adalah "Was" sedangkan You, They, dan We adalah "Were". Biar lebih paham, berikut contoh kalimatnya.
If I was you, I would go to London. (Salah!)
If I were you, I would go to London. (Benar!)
If he was rich, he would buy an expensive car. (Salah!)
If he were rich, he would buy an expensive car. (Benar!)
Pada conditional sentense, di semua subject harus diikuti dengan "were" meskipun yang kita tahu bahwa subject I, He, She, dan It subject nya adalah "Was" (Indicative mood) karena second conditional sentence sekali lagi menggunakan subjunctive mood.

Bentuk Result

Would adalah kata yang tidak lepas dari result. Jadi berikut ini adalah informasi tentang "would" yang terdapat pada Result. Struktur result adalah : 
subject + would + verb
 I would go / I'd go
You would go / You'd go
She would go / She'd go
He would go / He'd go
It would go / It'd go
They would go / They'd go
We would go / We'd go

Kalimat First Conditional vs Second Conditional

Agar kalian dapat membandingan dan membedakan antara First Conditional vs Second Conditional, sebaiknya kalian melihat contoh berikut ini:
If I became a president, I would reduce the taxes. (Second Conditional).
Penjelasan:
Situasi ini hanyalah sebuah khayalan/angan-angan, dan bisa jadi yang berkata adalah seorang siswa TK, SD dll.

If I become a president, I will reduce the taxes. (First Conditional)
Penjelasan:
Situasi ini terlihat lebih realistik / nyata dibandingkan dengan Second Conditional, atau sebuah janji nyata. Kemungkinan yang berkata seperti itu adalah seorang calon presiden yang sedang melakukan pemilihan.

Modal Pada Second Conditional

Kita juga dapat menambahkan modal tertentu seprti: "might" dan "could" tak hanya "would". Contoh:
If you played tennis together, you would win.
If you played tennis together, you might win.
If you played tennis together, you could win.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang bagaimana Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris, mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan pengetahuan teman-teman semua khususnya dalam penguasaan grammar. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas Kalimat Third Conditional, ditunggu yaa..

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.